Islam telah mengajarkan tatacara menjalankan sunnah dalam kaitannya
dengan perkawinan terkhusus masalah berjima’, dimana berjimak yang terlebih
baik dilakukan pada malam-malam sunnah yaitu malam senin, khamis dan malam
jumat, jima’ pula terlebih afdhal dilakukan ketika hendak subuh, namun bukan
dilarang pada tengah malam atau waktu lainnya.
Adapun ,mengenai gaya al quran tidak membatasi terserah selera kita,
namum para ulama telah berpendapat gaya jima’ hendaknya tidak menyerupai
binatang, akan tetapi jimak itu dilakukan sesuai dengan hal-hal yang wajar
menurut kita, yang terlebih baik seperti biasa yang lazem dilakukan yaitu
isteri dibawah suami diatas dan cara ini sangat memberikan kesan yang fositif
terhadap kedua belah pihak.
Ada hal penting yang perlu diketahui oleh seorang suami supaya kita
sama-sama merasa nikmat yang luar biasa, hendaknya suami memainkan cumburayu
akan sang isterinya dengan lagenda yang romantic, sambil mencium pada pundaknya
dan meraba pada tempat-tempat yang dapat membangkitkan birahai isteri, seperti
paha, dibelakang kuduk, pada betis, putting susu, pinggul dan lain-lain.
Kaifiyat Memca Do’a Ketika berjimak
1. Sebelum berjima’ jangan lupa dibaca
basmallah dipermulaan sekali, supaya syaitan lari dan tidak menganggu kelakuan
kita sehingga keturunan kita akan lebih terselamat dari syaitan.
2. Bacalah shalawat kepada nabi
3. Niatkan dalam hati bahwa berjimak
karena mengharap ridha Allah
4. Hendaknya Do’a ini dibaca oleh
kedua-duanya
5. Meintalah moga dikaruniakan anak
yang shaleh
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
.اللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنا مُحَمَّدٍ
أللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ
مَارَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَا بَ النَّارِ















0 komentar:
Posting Komentar