Masalah Salawat
Kalau mereka mengatakan bahwa
matan/redaksi sholawat Nariyah mengandung kemusyrikan maka dipastikan mereka
tidak menguasai ilmu alat karena pada umumnya matan/redaksi sholawat berisikan
bahasa cinta atau sastra Arab yang tidak bisa dipahami dengan makna dzahir atau
makna yang tersurat (tertulis) atau makna harfiah atau makna leksikal atau
makna dasar yang terdapat pada setiap kata (kalimat) atau makna kata secara
lepas.
Ilmu alat yang dapat menguraikan makna bathin atau makna dibalik yang tersurat atau makna tersirat (makna dibalik yang tertulis) yang terkait dengan makna gramatikal yakni makna turunan atau makna kata yang terbentuk karena penggunaan kata tersebut dalam kaitannya dengan tata bahasa. Makna gramatikal muncul karena kaidah tata bahasa, seperti afiksasi, pembentukan kata majemuk, penggunaan atau susunan kata dalam kalimat dan lain lain.
Ilmu alat yang dapat menguraikan makna bathin atau makna dibalik yang tersurat atau makna tersirat (makna dibalik yang tertulis) yang terkait dengan makna gramatikal yakni makna turunan atau makna kata yang terbentuk karena penggunaan kata tersebut dalam kaitannya dengan tata bahasa. Makna gramatikal muncul karena kaidah tata bahasa, seperti afiksasi, pembentukan kata majemuk, penggunaan atau susunan kata dalam kalimat dan lain lain.
Saya akan membahas berdasarkan gramatika arab, kalimat2 yg
hanya dijadikan persoalan oleh golongan wahabi. Karena wahabier menilai bahwa
subyek/pelaku dalam kalimat2 sholawat nariyah adalah nabi muhammad sehingga
mereka mengatakan musyirik kepada pembaca sholawat nariyah. Benarkah pendapat
wahabier tersebut?????
Sebelum pembahasan, perlu diketahui bahwa bershalawat kepada Nabi adalah perintah Allah terhadap orang yang beriman untuk memohonkan rahmat kepada Nabi.
Langsung saja ke TKP:
الذى
= yang
Penjelasan :
الذى disini Adalah Isim maushul tunggal laki2 yg menjadi na’at/shifat dari محمّد
تَنحلّ به العُقد
Dengannya akan terlepas beberapa ikatan (kesusahan2)
تَنحلّ adalah Fiil mudlori’ dari madli َانحلّ yang mengikuti انفعل yang berfaidah menjadi Muthowaahnya فعّل dan menjadi shilahnya isim maushul الذى
yang artinya adalah akan terlepas.
muthowa'ah adlah hasilnya bekas/kesan/akibat tatkala fi'il muta'adi berhubungan dengan maf'ulnya
Contoh Muthowa’ah :
حلّل الله ُ العقدَ فانحلّ
= Allah telah melepas beberapa ikatan (kesusahan), maka beberapa ikatan (kesusahan) terlepas.
Jadi terlepasnya beberapa ikatan (kesusahan) akibat dari Allah telah melepasnya. Begitu juga pd kalimat تَنحلّ menjadi jelas bahwa yg melepas adalah Allah karena faidah kalimat tsb adalah hasilnya bekas/kesan/akibat
وتَنفرج به الكُرب
Dan dengannya akan terbuka beberapa kesulitan
تَنفرج adalah fi’il mudlori’ mabni ma’lum (kalimat aktif) dari madli انفرج mengikuti انفعل yang berfaidah menjadi Muthowaahnya فعّل dan menjadi shilahnya isim maushul الذى dengan menggunakan huruf athof wawu yang artinya adalah akan terbuka
Penjelasannya sama dgn تَنحلّ dan tidak perlu di ulang......
وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ
Dan dengannya akan dipenuhi/ditunaikan beberapa kebutuhan
تُقْضَى adalah fi’il mudlori’ mabni majhul (kalimat pasif) dari madli قضي dan menjadi shilahnya isim maushul الذى dengan menggunakan huruf athof wawu. الْحَوَائِجُ adalah naibul fa’ilnya
Fi’il Mabni Majhul adalah Fi’il yg tidak menyebutkan fa’ilnya (subyek) karena sudah diketahui atau disamarkan. Dan yang mengganti posisi fa’il dinamakan naibul fa’il
Naibul Fa’il adalah Isim yg dirofa’kan baik secara lafadh atau mahal, menggantikan dan menempati tempatnya Fa’il yg tidak disebutkan.
Contoh :
تَقْضِى اللهُ الْحَوَائِجَ
Allah akan memenuhi beberapa kebutuhan
Karena yg memenuhi kebutuhan hanyalah Allah (sudah diketahui), maka fa’ilnya tdk disebutkan dan fi’ilnya dijadikan mabni majhul, menjadi تُقْضَى الْحَوَائِجُ
وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ
dan akan diperoleh beberapa keinginan dan kematian yang baik (husnul khotimah) dan awan menurunkan hujan (kesedihan menjadi kebahagiaan) dengan wajahnya yang mulia
Semua fi’il2nya berbentuk Majhul (tidak menyebutkan fa’il) karena sdh diketahui fa’ilnya yakni Allah. Penjelasannya sama seperti sebelumnya
بِهِ
Dengannya/sebab beliau
Bak adalah Huruf jar yang mempunyai arti sababiyyah(sebab) dan berta’alluq (terhubung) pada fi’il. Jadi nabi dijadikan sebab (wasilah/perantara) atas terlepasnya beberapa ikatan (kesusahan2) dan terbukanya beberapa kesulitan, dst.
Kesimpulan :
Setelah membahas kalimat2 dari sholawat nariyah berdasarkan gramatika arab, maka menjadi jelas bahwa subyek/pelakunya adalah Allah, sedangkan nabi muhammad hanya dijadikan wasilah dalam permohonan rahmat kepada Allah. Semoga Wahabier menjadi faham dan mau belajar gramatika arab biar tidak mudah terjerumus dengan terjemahan.......
Mohon maaf bila ada kesalahan dalam pemahaman saya, mari kita diskusi dengan ilmiyah dan santun. Dan apabila bahasanya acak2an, maklumlah wong ndeso..................
Wallahu a’lamu bish shawab
Sebelum pembahasan, perlu diketahui bahwa bershalawat kepada Nabi adalah perintah Allah terhadap orang yang beriman untuk memohonkan rahmat kepada Nabi.
Langsung saja ke TKP:
الذى
= yang
Penjelasan :
الذى disini Adalah Isim maushul tunggal laki2 yg menjadi na’at/shifat dari محمّد
تَنحلّ به العُقد
Dengannya akan terlepas beberapa ikatan (kesusahan2)
تَنحلّ adalah Fiil mudlori’ dari madli َانحلّ yang mengikuti انفعل yang berfaidah menjadi Muthowaahnya فعّل dan menjadi shilahnya isim maushul الذى
yang artinya adalah akan terlepas.
muthowa'ah adlah hasilnya bekas/kesan/akibat tatkala fi'il muta'adi berhubungan dengan maf'ulnya
Contoh Muthowa’ah :
حلّل الله ُ العقدَ فانحلّ
= Allah telah melepas beberapa ikatan (kesusahan), maka beberapa ikatan (kesusahan) terlepas.
Jadi terlepasnya beberapa ikatan (kesusahan) akibat dari Allah telah melepasnya. Begitu juga pd kalimat تَنحلّ menjadi jelas bahwa yg melepas adalah Allah karena faidah kalimat tsb adalah hasilnya bekas/kesan/akibat
وتَنفرج به الكُرب
Dan dengannya akan terbuka beberapa kesulitan
تَنفرج adalah fi’il mudlori’ mabni ma’lum (kalimat aktif) dari madli انفرج mengikuti انفعل yang berfaidah menjadi Muthowaahnya فعّل dan menjadi shilahnya isim maushul الذى dengan menggunakan huruf athof wawu yang artinya adalah akan terbuka
Penjelasannya sama dgn تَنحلّ dan tidak perlu di ulang......
وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ
Dan dengannya akan dipenuhi/ditunaikan beberapa kebutuhan
تُقْضَى adalah fi’il mudlori’ mabni majhul (kalimat pasif) dari madli قضي dan menjadi shilahnya isim maushul الذى dengan menggunakan huruf athof wawu. الْحَوَائِجُ adalah naibul fa’ilnya
Fi’il Mabni Majhul adalah Fi’il yg tidak menyebutkan fa’ilnya (subyek) karena sudah diketahui atau disamarkan. Dan yang mengganti posisi fa’il dinamakan naibul fa’il
Naibul Fa’il adalah Isim yg dirofa’kan baik secara lafadh atau mahal, menggantikan dan menempati tempatnya Fa’il yg tidak disebutkan.
Contoh :
تَقْضِى اللهُ الْحَوَائِجَ
Allah akan memenuhi beberapa kebutuhan
Karena yg memenuhi kebutuhan hanyalah Allah (sudah diketahui), maka fa’ilnya tdk disebutkan dan fi’ilnya dijadikan mabni majhul, menjadi تُقْضَى الْحَوَائِجُ
وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ
dan akan diperoleh beberapa keinginan dan kematian yang baik (husnul khotimah) dan awan menurunkan hujan (kesedihan menjadi kebahagiaan) dengan wajahnya yang mulia
Semua fi’il2nya berbentuk Majhul (tidak menyebutkan fa’il) karena sdh diketahui fa’ilnya yakni Allah. Penjelasannya sama seperti sebelumnya
بِهِ
Dengannya/sebab beliau
Bak adalah Huruf jar yang mempunyai arti sababiyyah(sebab) dan berta’alluq (terhubung) pada fi’il. Jadi nabi dijadikan sebab (wasilah/perantara) atas terlepasnya beberapa ikatan (kesusahan2) dan terbukanya beberapa kesulitan, dst.
Kesimpulan :
Setelah membahas kalimat2 dari sholawat nariyah berdasarkan gramatika arab, maka menjadi jelas bahwa subyek/pelakunya adalah Allah, sedangkan nabi muhammad hanya dijadikan wasilah dalam permohonan rahmat kepada Allah. Semoga Wahabier menjadi faham dan mau belajar gramatika arab biar tidak mudah terjerumus dengan terjemahan.......
Mohon maaf bila ada kesalahan dalam pemahaman saya, mari kita diskusi dengan ilmiyah dan santun. Dan apabila bahasanya acak2an, maklumlah wong ndeso..................
Wallahu a’lamu bish shawab
Zon Jonggol
















0 komentar:
Posting Komentar