Kamis, 07 Februari 2013

Kandungan Buku Tasawuf & Tariqad Kadirun Yahya


  BUTIR-BUTIR

YANG MERAGUKAN DALAM BUKU TASAWUF DAN TARIQAT NAQSYABANDIYAH
PROF. DR. H SAIDI SYEKH KADIRUN YAHYA

Pertama, Istilah MURSYID KADIRUN YAHYA di dalam al-quran ada suatu kekuatan / power  tak terhingga untuk mengeluarkan kekuatan / power tak terhingga tersebut harus memakai frekuensi, channel atau gelombang tak terhungga pula, yang di namakan gelombang tak terhingga adalah wasilah (NURUN A’LA NURIN) yang terdapat dalam diri rohani Rasulullah SAW, yang datang langsung dari allah swt kemudian di teruskan oleh pewaris Rasul yaitu Aulia-Aulia Allah SWT. ( buku halaman 6 )
Kedua, Banyak istilah yang tidak dikenal di kalangan ahli tasawuf dan tarikat sebelumnya, seperti istilah, frekuensi tak terhingga, dimensi tak terhingga, energi tak terhingga, teknologi Al-quran, teknologi meta fisika Al-quran, contohnya sanggup menghidupkan orang mati, dapat membelahkan bumi, menjalankan gunung dan lain. ( buku halaman 6 )
Ketiga, Kita bisa naik ke ‘ARASY, tempat yang sangat jauh ( MAKAM IHSAN ) namanya yang ada pada sisi allah tapi harus kita gabungkan dulu ROH KITA DENGAN ROH NABI MUHAMMAD, roh Nabi lah yang mengantarkan kita kehadapan TUHAN untuk bermunajah dan meminta apa saja pada tuhan, ini cara berdoa yang takkan di tolak oleh Allah, menurut KADIRUN YAHYA . ( buku halaman 26 )
Keempat, Al-quran adalah mu’jizat terbesar NABI MUHAMMAD SAW dan berlaku sampai pada akhir zaman, mu’jizat Al-quran itu dapat di buktikan pada waktu selanjutnya oleh pewaris pewaris Rasulullah sampai akhir zaman, berbentuk MA’UNAH, KARAMAH, DAN SYAFAAT. ( buku halam 30 )
Kelima, Wadah tajalli Tuhan yang paling sempurna ialah pada seseorang yang ada pada dirinya hakikat MUHAMMADIYAH ( NUR MUHAMMAD ) seperti NABI MUHAMMAD yang lahir dari AMINAH meninggal di MADINAH, hakikat MUHAMMADIYAH INI (NUR MUHAMMAD INI ) bersifat QADIM dan AZALI dan nur tersebut berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya berbentuk para NABI-NABI dan WALI-WALI  dan sampai kepada penutup para WALI-WALI, nyakni NABI ISA, AS. ( buku halaman 125 )
Keenam, Perumpamaan orang Arif yang sedang fana fillah ibarat besi panas dan lebur bersama api tidak dapat dibedakan Mana Yang Besi Dan Mana Pula Yang Api, begitu pula halnya orang Arif bersama dengan Allah, Tapi Arif takkan jadi Allah,  dan Allah pun takkan jadi Arif. ( buku halaman 130 )
Ketujuh, SYEH MURSYID ada beberapa predikat, diantaranya predikat yang tertinggi ialah predikat. SYEH AL-IRADAH. Yang iradahnya telah bercampur dan bergabung dengan hukum-hukum Tuhan, sehingga orang meminta petunjuk dan menyerahkan jiwa dan raganya  kepada syekh tersebut. ( halaman 191 )
Kedelapan, KALAMULLAH yang telah zahir dalam bentuk bahasa arab, bila pada waktu membacanya memakai meode, CHANNEL. WASILAH yang benar ( NURUN ‘ALA NURIN ) maka kalamullah yang asli ( AZALI) yang tak berhuruf dan tak bersuara langsung datang kembali dari Allah SWT. Kondisi kalamullah yang begini dapat memberi bekas menjadi kenyataan. ( buku halaman 206 )
Kesembilan, Prof. DR. H. S.S. KADIRUN YAHYA menggali kehebatan dan kedahsyatan Al-Qur’an dengan metode ZIKRULLAH yang di salurkan melaluai BATU TAWAJUH DAN AIR TAWAJUH untuk memadam letusan gunung, sampai pernah menghidupkan berpuluh-puluh orang mati dalam waktu singkat, dan masih banyak lagi yang lainya, tidak mungkin kalau dimuat disini karena merupakan cerita panjang sekali. ( buku halaman 217 )
Kesepuluh, Prof. DR. H. S.S. KADIRUN YAHYA menyatakan pada zaman sekarang ini dirasakan perlu menampakkan KARAMAH, hal ini untuk manangkis tuduhan atau pendapat, bahwa agama itu adlah khayalan belaka dan tidak dapat dibuktikan. ( buku halaman 219 )
Kesebelas, NURUN ‘ALA NURIN, (Cahaya Diatas Cahaya) dalam surat An-nur Ayat 35 adalah yang dimaksud dengan makna Wasilah, surat Al-Maidah Ayat 35 yang merupakan frekuwensi tak terhingga. ( buku halaman 266 )
Keduabelas, Pada tahun 1971, Prof. DR.H. S. S. Kadirun Yahya bertemu dengan Syekh Moh. Said Bonjol. Setelah tawajjuh, Syekh Moh. Saud Bojol memutuskan untuk memberikan sebuah mahkota yang di titipkan guru beliau kepadanya, dengan pesan agar diberikan kepada seseorang yang pantas. Puluhan tahun berlalu, barulah “orang yang pantas” tersebut di temukan oleh beliau yaitu DR.H. S. S. Kadirun Yahya. Bersamaan dengan penyerahan mahkota itu terjadi hujan rintik-rintik yang di sertai petir tunggal manggelegar dan gempa bumi. Peristiwa ini lazim terjadi setiap kali ada timbang terima amanah besar. ( buku halaman 342 )
Ketigabelas, Tanpa washilah (Nurun ‘Ala Nurin) para Rasul tidak mungkin akan dapat berhubungan dengan Allah SWT. Washilah yang sama yang telah dimiliki oleh Rasulullah, wajib pila kita miliki agar penyampaian dan hubungan kita sama, seperti hubungan Rasulullah dengan Allah SWT. Karena Washilah ini, Nurun ‘Ala Nurin ini ditanam oleh allah dalam arwashul muqaddasah Rasulullah SAW. Maka tidak ada jalan lain bagi kita untuk memiliki washilah tersebut dengan menggabungkan arwah kita dengan arwashul muqaddasah Rasulullah SAW. Mulai dan arwah Muqaddasah Khulafaurrasyidin sampai kepada guru-guru kita, Aula-Aula Allah, ahli Silsilah sebagai kekasih Allah yang meneruskannya. Kami ulangi sekali lagi bahwa washilah Akbar, bukan ditanamkan dalam jasmani, atau otak Rasul, tapi dalam arwah Muqaddasahnya yang telah sempurna disucikan itu. oleh sebab itu washilah yang mengandung frekuwensi dan channel Allah SWT wajib kita miliki, agar kontak dengan Allah dapat terwujud sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Maidah ayat 35. ( Dari Makalah Prof. DR. H. S.S. KADIRUN YAHYA,  M.Sc)
Keempatbelas, Demi kebesarn Allah AWT, nyata kelihatan bahwa kekuatan kalimah Allah yang dimaksudkan dalam air dan batu tersebut dengan metode teknologi Al-Quran tertentu secara meyakinkan dengan kentan  mampu menundukkan “vuur-kolom” itu. “ Api Neraka” pun pasti akan segera padam jika disiram dengan kalimah Allah asli yang disalurkan langsung dari sisi Allah AWT melalui saluran atau “channel” nya. ( buku halaman 6 akhir )
Kelimabelas, bersama ini kami lampirkan data selengkap-lengkapnya tentang operasi nasional Galunggung. Begitulah contoh kemenangan ayat Al-qurannul Karim dalam menumpas segala bencana termasuk bencana nasional, internasional, Anti Kiamat dan bahkan bencana di akhirat kelak. ( buku halaman 7 akhir )
Keenambelas, energy Kiamat Allah, yang kita agung-agungkan sepanjang masa, yang mampu melebur gunung, dosa, iblis, setan dan jagat ini, jika perlu. Bahkan juga sebaliknya mampu pula menghindarkan, menyingkirkan, membatalkan malapetaka alam, bencana alam, bahkan mampu menahan terjadinya Kiamat Dunia, dan Kiamat jagat ini sekalipun. Allahu Akbar.


0 komentar:

Posting Komentar

Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template